Di Bawah Lampu Jalan
Atap kayu
sendu
Yang ingin
berseru
Dengan
tidak mengeluh
Meminta
untuk dipangku
Kehidupan
yang tak senang
Tak seirama
tak sejiwa
Kesan pesan
yang selalu tertelan
Tak mungkin
dapat terulang
Ada sebuah
lagu
Yang aku
cinta selalu
Yang selalu
membuat ku pilu
Menumpahkan
air mataku
Aku ingat
Saat aku
tak dewasa
Berjalan
bersama dengan irama
Tak sadar
akan teringat sekarang
Aku rindu
Masa kecil
ku
Dengan
alunan lagu
Pikiran ku
berseru
Maafkanlah
Aku tak
bisa meminta
Nurani ku
sedang terjebak
Rindu
sebuah perjalanan
Andai aku
dapat memutar waktu
Memutar
kembali lagu-lagu
Walau
rasanya pilu
Inginlah Ia
singgah di hatiku
Dalam
heningnya bulan
Dan tepat
pukul 12 malam
Aku berdiri
di bawah lampu jalan
Menunggu
sebuah kesan
Terulang
dengan sendirinya
Namun aku
tak bisa
Tak bisa
aku lupakan
Yudinda Gilang Pramudya
Bogor, 20
September 2019, 22:35 WIB
Baguusss. ..tapi kurang menyentuh
ReplyDelete