Setapak Duri
Teringat kilas balik
Ketika desiran merintih
Untuk kembali pada melati
Namun terhalang sebuah dinding
Terlewat dengan alunan lagu
Tak sengaja hati ini tersentuh
Melihat lembaran memori
Berlalu tak menyapa diri
Menyakitkan bila duri kaktus tertanam dalam kalbu
Dan selanjutnya mawar berduri menghampiri
Melambailah mereka ke hati pikiran ku
Seolah mengajak bertemu
Bisakah aku merangkul mereka
Dengan sebuah wadah yang ku buat
Namun akan hancur dengan skenario kehiudupan
Sayang seribu sayang, tapi itulah dunia kita sebagai makhluk Tuhan
No comments